Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 06 Oktober 2011

Makalah Bercak Mongol, Hemangioma, muntah dan gumoh pada Neonatus


Makalah Masalah pada Neonatus& Bayi
Bercak Mongol, Hemangioma, Muntah dan Gumoh
Disusun untuk memenuhi Tugas Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita
Dosen Pengampu : Sugih Wijayanti, SKp. Ns






Disusun oleh :
1.      Ida Sayyidatul M                    P17424110026
2.      Maulina Fildzah K                   P17424110027
3.      Mimin Syarif                           P17424110028
4.      Naela Qurratu’ Ayun               P17424110029
5.      Niken Wulandari                     P17424110030
6.      Nindya Asriningsih                 P17424110031
7.      Novi Irawati                            P17424110032
REGULER A

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
PRODI DIII KEBIDANAN SEMARANG
2011/2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai  tugas mata kuliah Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita dengan judul Masalah Bercak Mongol, Hemangima, Muntah dan Gumoh pada Neonarus dan Bayi  di Diploma III Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Prodi Kebidanan Semarang.
Terima kasih disampaikan kepada Ibu Sugih Wijayanti, Skp.Ns. selaku dosen pengampu mata kuliah Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita.

Semarang, 14 Oktober 2010
           

Penyusun











DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………….. 1
BAB I. PENDAHULUAN.............................................................................................. 3
Latar Belakang Masalah...................................................................................... 3
Rumusan Masalah............................................................................................... 3
Tujuan................................................................................................................. 3
Manfaat............................................................................................................... 4
BAB II. PEMBAHASAN................................................................................................ 5
Bercak Mongol.................................................................................................... 5
Hemangioma....................................................................................................... 6
Muntah................................................................................................................ 10
Gumoh................................................................................................................ 12
Tabel perbedaan muntah & gumoh..................................................................... 14
BAB III. PENUTUP........................................................................................................ 15
Simpulan............................................................................................................. 15
Saran................................................................................................................... 15






                                                                                              


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal merupakan periode yang paling kritis. Makadari itu diperlukan pemantauan pada bayi baru lahir. Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
Dengan pemantauan neonatal dan bayi, kita dapat segera mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada bayi sedini mungkin. Contoh masalah pada bayi yang sering kita temui yaitu bercak Mongol, Hemangioma, muntah dan gumoh. Jika salah satu dari masalah tersebut tidak segera diatasi maka bisa menyebabkan masalah atau komplikasi lainnya. Namun, tak semua masalah tersebut harus mendapat penanganan khusus karena bisa membuat dampak negative pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ada masalah yang seharusnya dibiarkan saja karena masalah tersebut bisa menghilang dengan sendirinya.
Oleh karena ibu dalam makalah ini akan membahas bercak Mongol, Hemangioma, muntah dan gumoh, serta penanganan yang sesuai agar tidak menimbulkan dampak lainnya. Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang masalah pada bayi.
B.      Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi?
2.      Apa saja penyebab dari bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi?
3.      Apa perbedaan muntah dan gumoh pada bayi ?
4.      Bagaimana tanda dan gejala dari bercak mongol dan hemangioma  ?
5.      Bagaimana cara menangani bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi?

C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi.
2.      Untuk mengetahui penyebab dari bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi.
3.      Untuk mengetahui perbedaan muntah dan gumoh pada bayi.
4.      Untuk mengetahui tanda dan gejala dari bercak mongol dan hemangioma.
5.      Untuk mengetahui cara menangani bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi.

D.     Manfaat

1.      Maafaat bagi Penulis
1.      Penulis bisa menambah pengetahuan tentang  bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi dengan membaca dari berbagai sumber untuk bahan penyusunan makalah.
2.      Penulis bisa menambah pengetahuan tentang penyebab dan penanganan bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi.
2.      Manfaat bagi Pembaca
1.      Pembaca bisa menambah pengetahuan tentang bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi dengan membaca makalah ini.
2.      Pembaca bisa menambah pengetahuan tentang penyebab dan penanganan bercak mongol, hemangioma, muntah dan gumoh pada bayi.




























BAB II
PEMBAHASAN

I.         BERCAK MONGOL
A.    Definisi
Bercak mongol adalah bercak berwarna biru yang biasanya terlihat di bagian sakral, walaupun kadang terlihat di bagian tubuh yang lain. Bercak mongol biasanya terjadi pada anak-anak yang dilahirkan oleh orang tua Asia dan Afrika, terkadang juga pada anak-anak dengan orang tua Mediterania (Mayes Midwifery Textbook) .
Sementara itu, menurut Mary Hilton dalam bukunya Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas, bintik mongol adalah daerah pigmentasi biru kehitaman yang dapat terlihat pada semua permukaan tubuh termasuk pada ekstremitas. Bercak ini lebih sering terlihat di punggung dan bokong. Daerah pigmentasi ini terlihat pada bayi yang berasal dari Mediterania, Amerika Latin, Asia, Afrika, atau beberapa wilayah lain di dunia. Bercak-bercak ini lebih sering terlihat pada individu berkulit gelap tanpa memperhatikan kebangsaannya. Bercak ini secara bertahap akan  lenyap dengan sendirinya dalam hitungan bulan atau tahun.
B.     Etiologi
Bercak mongol adalah bawaan sejak lahir, warna khas dari bercak mongol ditimbulkan oleh adanya melanosit yang mengandung melanin pada dermis yang terhambat selama proses migrasi dari krista neuralis ke epidermis. Lebih dari 80% bayi berkulit hitam, orang timur dan India timur memiliki lesi ini. Sementara angka kejadian pada bayi yang kulit putih kurang dari 10%. Lesi-lesi yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat yang tidak biasa cenderung tidak menghilang.
Hampir 90% bayi dengan kulit berwarna atau kulit Asia (timur) lahir dengan bercak ini, namun pada bayi kaum Asia hanya 5%. Lesi ini biasanya berisi sel melanosit yang terletak di lapisan dermis sebelah dalam atau di sekitar folikel rambut yang terkadang tersebar simetris, tetapi dapat juga unilateral. Bercak ini hanya merupakan lesi jinak dan tidak berhubungan dengan kelainan-kelainan sistemik.
Bercak ini akan hilang dengan sendirinya pada tahun pertama dan kedua kehidupannya. Bidan harus dapat memberikan konseling pada orang tua bahwa bercak mongol tersebut wajar dan akan hilang sendiri tanpa pengobatan, sehingga orang tua tidak perlu khawatir terhadap keadaan bayinya.
C.     Tanda dan Gejala
Tanda lahir ini biasanya berwarna cokelat tua, abu-abu batu, atau biru kehitaman. Terkadang bintik mongol ini terlihat seperti memar. Biasanya timul pada bagian punggung bawah dan bokong tetapi sering juga ditemukan pada kaki, punggung, pinggang, dan pundak. Bercak mongol juga memiliki ukuran yang bervariasi, dari sebesar penitinsampai berdiameter enam inchi. Seorang anak bisa memiliki satu atau beberapa bercak mongol. Biasanya bercak mongol ini terlihat sebagai
a.       Luka seperti pewarnaan
b.      Daerah pigmentasi dengan tekstur kulit yang normal
c.       Area datar dengan bentuk yang tidak teratur
d.      Bercak yang biasanya akan hilang dalam hitungan bulan atau tahun
e.       Tidak ada komplikasi yang ditimbulkan
D.    Penatalaksanaan
Bercak mongol biasanya menghilang di tahun pertama, atau pada 1-4 tahun pertama sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, bercak mongol multiple yang tersebar luas, terutama pada tempat-tempat biasa, cenderung tidak akan hilang dan menetap sampai dewasa.
Sumber lain mengatakan bahwa bercak mongol ini mulai pudar pada usia 2 tahun pertama dan menghilang antara usia 7-13 tahun. Terkadang juga menhilang setelah dewasa. Sebagian kecil seiktar 5% anak yang lahir dengan bercak mongol masih memiliki bercak mongol hingga mereka dewasa. Bercak mongol ini biasanya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan ataupun pencegahan khusus.
Nevus ota (daerah zigomatikus) dan nervus ito (daerah sklera atau fundus mata atau daerah delto trapezius) biasanya menetap, tidak perlu diberikan pengobatan. Namun, bila penderita telah dewasa, pengobatan dapat dilakukan dengan alasan estetik. Akhir-akhir ini dianjurkan pengobatan dengan sinar laser.
Penatalaksanaan yang bisa dilakukan oleh bidan dalam hal ini adalah dengan memberikan konseling pada orang tua bayi. Bidan menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan bintik mongol, menjelasakan bahwa bintik mongol ini akan menhilang dalam hitungan bulan atau tahun dan tidak berbahaya serta tidak memerlukan penanganan khusus sehingga orang tua bayi tidak merasa cemas.

II.      HEMANGIOMA
A.    Definisi
Hemangioma adalah suatu tumor jaringan lunak atau tumor vaskuler jinak akibat proliferasi (pertumbuhan yang berlebih) dari pembuluh darah yang tidak normal dan dapat terjadi pada setiap jaringan pembuluh darah. Hemangioma sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 tahun (5-10%). Biasanya hemangioma sudah tampak sejak bayi dilahirkan (30%) atau muncul setelah beberapa minggu setelah kelahiran (70%). Hemangioma muncul disetiap tempat seperti kepala, leher, muka, kaki, atau dada. Hemangioma merupakan tumor vaskuler jinak terlazim pada bayi dan anak. Meskipun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada orang tua, contohnya adalah cherry  hemangioma atau angioma senilis yang biasanya jinak, kecil, red-puple papule pada kulit orang tua.
Hemangioma lebih banyak ditemukan pada kaum wanita ketimbang kaum pria. Benjolan merah ini juga lebih sering ditemukan pada bayi prematur ketimbang bayi yang lahir pada waktunya. Bayi yang memiliki kulit putih juga lebih berisiko memiliki hemangioma dibanding bayi yang berkulit gelap atau berwarna.
B.     Etiologi
Penyebab hemangioma sampai saat ini masih belum jelas. Angiogenesis (pertambahan pembuluh darah dalam embrio) sepertinya memiliki peranan dalam kelebihan pembuluh darah. Cytokines, seperti Basic Fibroblast Growth Factor (BFGF) dan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), mempunyai peranan dalam proses angiogenesis. Peningkatan faktor-faktor pembentukan angiogenesis seperti penurunan kadar angiogenesis inhibitor misalnya gamma-interferon, tumor necrosis factor–beta, dan transforming growth factor–beta berperan dalam etiologi terjadinya hemangioma (Kushner, et al., 1999; Katz, et al., 2002).
Para ahli berpendapat jika hemangioma ada kaitannya dengan protein yang diproduksi plasenta selama kehamilan.
C.     Pembagian
1.      Nevus flammeus (Hemangioma Kapiler)
Daerah kapiler yang tidak menonjol, berbatas tegas, ukurannya tidak bertambah, berwarna merah ungu, dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
a.       Strawberry hemangioma (hemangioma simplek)
Hemangioma kapiler terdapat pada waktu lahir atau beberapa hari sesudah lahir. Lebih sering terjadi pada bayi prematur dan akan menghilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu (Hall, 2005). Tampak sebagai bercak merah yang makin lama makin besar. Warnanya menjadi merah menyala, tegang dan berbentuk lobular, berbatas tegas, dan keras pada perabaan. Involusi spontan ditandai oleh memucatnya warna di daerah sentral, lesi menjadi kurang tegang dan lebih mendatar (Kushner, et al., 1999; Katz, et al., 2002; Lehrer, 2003; Anonim, 2005).
clip_image002
Gambar 1. Strawberry hemangioma (Drolet, et al., 2004).
b.      Granuloma piogenik
Lesi ini terjadi akibat proliferasi kapiler yang sering terjadi sesudah trauma, jadi bukan oleh karena proses peradangan, walaupun sering disertai infeksi sekunder. Lesi biasanya soliter, dapat terjadi pada semua umur, terutama pada anak dan tersering pada bagian distal tubuh yang sering mengalami trauma. Mula-mula berbentuk papul eritematosa dengan pembesaran yang cepat. Beberapa lesi dapat mencapai ukuran 1 cm dan dapat bertangkai, mudah berdarah (Worman, 1998; Hamzah, 1999).
2.      Nevus vaskulosus
Kapiler yang baru terbentuk dan membesar pada kulit (lapisan dermis dan subdermis) yang tumbuh beberapa bulan setelah lahir kemudian mengerut dan menghilang dengan sendirinya.
D.    Diagnosis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar